Pernahkah anda tahu atau dengar nama BIO FARMA? Saya rasa anda tentu banyak yang belum mengetahui dan asing dengan nama Bio Farma. Saya dapat berkata demikian karena setiap saya berjumpa dengan rekan-rekan baru di acara seminar ataupun pelatihan di luar kota, mereka pasti akan bertanya ”Bio Farma itu perusahaan apa ya?”.

Bio Farma adalah sebuah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang farmasetikal terutama vaksin dan sera. Tidak seperti perusahaan farmasi lain, Bio Farma tidak pernah mengiklankan produknya ataupun company profilenya kepada masyarakat secara langsung. Pada umumnya profil Bio Farma dan produknya berada di belakang layar iklan pelayanan masyarakat, seperti Pekan Imunisasi Nasinonal (PIN) yang diprogramkan oleh pemerintah.

Untuk itu, saya ingin mengajak anda mengenal lebih jauh mengenai profil Bio Farma serta produk-produknya. Pertama-tama kita akan bahas mengenai sejarah berdirinya Bio Farma.

Pada tanggal 6 Agustus tahun 1890, Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan surat keputusan yang isinya mengatur tentang pendirian lembaga vaksin yang dinamai Parc Vaccinogene atau Landskoepok Inrichting di lingkungan Rumah Sakit Tentara Weltevreden, Batavia (sekarang Jakarta-red). Tanggal dikeluarkannya SK ini dijadikan hari ulang tahun Bio Farma pada masa sekarang ini. Lembaga Parc Vaccinogene atau Landskoepok Inrichting berubah nama menjadi Parc Vaccinogene Instituut Pasteur pada tahun 1895 seiring dengan semakin meningkatnya kegiatan produksi.

Tahun 1923, lembaga tersebut dialihkan lokasinya dari Batavia ke lokasi baru di Bandung (sekarang Jl. Pasteur no. 28 – red). Lembaga ini pun kembali berubah nama menjadi Landskoepok Inrichting en Instituut Pasteur dengan dipimpin oleh seorang Belanda bernama L. Otten.

Masa penjajahan Belanda digantikan oleh kependudukan Jepang pada tahun 1942. Nama lembaga ini diubah menjadi Bandung Boeki Kenkyushoo dengan dipimpin oleh Kikuo Kurauchi.

Namun, tahun 1946 terjadi Agresi Militer Belanda II sehingga kegiatan lembaga ini dipindahkan ke Klaten. Bandung Boeki Kenkyushoo kembali diubah namanya oleh Belanda menjadi Landskoepok Inrichting en Instituut Pasteur. Pada periode ini lembaga tersebut dipimpin oleh orang Indonesia bernama R. M. Sardjito (1945 – 1946).

Setelah Agresi Militer Belanda II berakhir dan Jepang kalah dalam Perang Dunia II (tahun 1946) karena hancurnya kota Hiroshima dan Nagasaki akibat bom atom yang dijatuhkan oleh Amerika, lembaga ini dapat dimiliki oleh Indonesia dan berjalan kembali melakukan kegiatan produksi vaksin dan sera (tahun 1950).

Seiring dengan terjadinya proses nasionalisasi berbagai perusahaan milik Belanda, maka pemerintah Indonesia pada tahun 1955 mengubah nama Landskoepok Inrichting en Instituut Pasteur menjadi Perusahaan Negara Pasteur.

Melalui Peraturan Pemerintah No. 80 tahun 1961 (Lembaran Negara Tahun 1961 No. 101) Perusahaan Negara Pasteur berubah menjadi Perusahaan Negara Bio Farma. Pada tahun 1978, lembaga ini resmi menjadi Perusahaan Umum Bio Farma melalui Peraturan Pemerintah RI No. 26 Tahun 1978. Pada periode ini terjadi transfer teknologi produksi Vaksin Polio dan Campak oleh Prof. Dr. Konosuke Fukai.

Setelah hampir 20 tahun berstatus sebagai Perum, melalui Peraturan Pemerintah No. 1 Tahun 1997 perusahaan ini berubah menjadi Perseroan Terbatas (PT) yang selanjutnya dikenal dengan PT. Bio Farma (Persero) selaku Badan Usaha Milik Negara.

Begitulah perjalanan hidup dan berkembangnya perusahaan pembuat vaksin dan sera nasional. Mudah-mudahan dapat membuka wawasan kita tentang aset nasional yang selama ini kurang dikenal masyarakat Indonesia.

Pada artikel selanjutnya kita akan membicarakan mengenai produk-produk yang telah berhasil dikembangkan, diproduksi, dan dijual ke seluruh dunia oleh PT. Bio Farma.

Wassalam,

Adhika Seda W.

Quality Assurance Staff PT. Bio Farma

“Banggalah dengan produk dalam negeri, Banggalah menjadi anak negeri, Banggalah untuk memperkenalkan aset dalam negeri.”