‘Kata teman saya lebih mudah naik kelangit dari pada harus bergantung pada orang lain.’

Apa bisa hidup begini ??, atau barangkali ketergantungannya sudah bisa tergantikan oleh Teknologi ??? 

Ada beberapa hal seperti dibawah ini : 

Dalam rangka Gerakan Penghemat Energi Nasional :

‘Pemerintah mencanangkan konversi energi dari minyak tanah menjadi gas LPG 3kg (Gas bersubsidi), yang dipicu dari harga minyak tanah yang melambung akibat kelangkaannya di beberapa daerah. Presiden juga mendukung sepenuhnya Komunitas B2W Indonesia karena gerakan ini sangat relevan dan patut disosialisasikan’. 

Dunia juga sedang digalakkan konsep ber”logo” GREEN, juga ECO, ataupun SAVING ENERGI. Hasilnya banyak produsen yang telah menggunakan material ramah lingkungan. 

Ada poster yang berbunyi seperti ini :

‘Menggunakan komputer sepanjang malam = memasak dengan microwave untuk 6 kali makan malam’. 

Ada juga contoh lucu konversi energi :

‘Minyak ditambang  à diproses dan dijual menjadi bahan bakar  à digunakan untuk memasak air à air diminum untuk energi manusia à manusia yang berenergi berbondong – bondong berusaha mendapatkan pekerjaan diperusahaan penambang minyak’. 

Atau bunyi email yang saya terima :

‘Bang, mulai sekarang, jangan suka gunakan komputer sampe pagi. Boros energy!

Brarti lu bertanggung jawab atas pemanasan global dan punahnya beruang kutub!’ 

PLN juga berkampanye (promosi untuk rugi, hehe). ‘Hematlah pemakain listrik anda’ 

Lantas apa makna semua kutipan diatas !!!!

Ialah masih samar antara ramah lingkungan dengan penghematan energi.

Masih Samar antara MEMBUAT atau MELAKUKAN SESUATU YANG RAMAH LINGKUNGAN dengan MELAKUKAN KEGIATAN YANG MENGHEMAT BIAYA

Memang untuk beberapa hal dua tujuan ini bisa didapat dengan satu kegiatan  

Kita lihat kebelakang sedikit. Hukum Kekekalan Energi-nya Einstein bahwa energi tidak dapat diciptakan (dibuat) ataupun dimusnahkan akan tetapi dapat berubah bentuk dari bentuk yang satu kebentuk lainnya.  

Hukum ini tidak berbicara berapa effort yang dibutuhkan untuk merubah bentuk dari suatu energi “a” ke energi “b” 

Sekarang peranan energi listrik cukup luas dan lebih mudah meng-konversi energi listrik ini menjadi bentuk energi lain. Tapi energi listrik didapat dari energi dasar dialam seperti :

Kayu, Angin, Air, Matahari, Batubara, Biomass, Minyak Bumi, Gas Alam, Panas Bumi, Nuklir, Hidrogen, Pasang Surut, Panas Laut, Ombak Laut, Arus Pancar dan Lain -lain 

Usaha yang dibutuhkan untuk menghasilkan energi listrik ini juga berbeda – beda. Yang artinya setiap 1 KW yang kita pakai sebenarnya bisa mahal atau bisa murah. Begitu juga efek pencemaran dan resikonya juga berbeda – beda. Dan sebagai catatan beberapa energi walaupun berubah bentuk tapi tidak terbarukan dan suatu saat akan habis, seperti batubara, minyak bumi dan gas alam. Homework untuk para ahli sekarang ini ialah mencari sumber energi dasar yang MURAH, BERSIH dan AMAN.  

Lalu apa Homework kita sebagai user dari energi listrik

– Mengurangi pemakaian listrik?

– Menggunakan teknologi ramah lingkungan?

– Kampanye hemat energi ? 

Semua benar, tapi yang tidak kalah penting gunakan teknologi yang tepat.

Hampir semua Teknologi terkini bertujuan untuk mempersingkat proses, sehingga mudah dan menghemat waktu artinya juga menghemat energi 

Misal :

Ganti Komputer PC Desktop dengan Laptop, anda tetap bisa bekerja semalaman dengan penghematan kurang lebih 1/10 nya 

Bayar tagihan listrik anda cukup dengan handphone, tidak perlu membuang energi tubuh dengan mengantri diloket dan membuang 1 liter bensin untuk transportasinya. 

Ada beberapa perusahaan dengan cerdik juga melakukan penghematan energi dengan menggunakan program enterprise seperti ERP, sehingga saat manajemen membutuhkan suatu informasi bisa tersedia dalam hitungan menit. Ini karena setiap data dientri atau diambil secara realtime sebelumnya, saat data diinput juga hanya membutuhkan waktu 1 – 5 menit.

Bandingkan dengan cara lama, berapa energi yang dibutuhkan. Berikut ilustrasinya,

Untuk input data buka ‘Excel’, entri berjam – jam. Saat Informasi dibutuhkan Bos,

cari data, kalkulasi, gunakan telpon/ email untuk mencari data tambahan, kemudian data di compile dan dikalkulasi kembali. Berapa waktu yang dibutuhkan, 1 hari/ 1 minggu bahkan bisa 1 bulan. Berapa energinya ya ? 

Tidak ada yang salah dengan teknologi lama, kompor sumbu dan minyak tanah, juga menginspirasi Dr. Percy Spencer pada tahun 1945 yang secara tidak sengaja menemukan Oven Microwave. 

Ada yang menarik dari oven microwave ini

Pada oven atau kompor biasa (listrik atau gas) akan memanaskan udara, kemudian memanaskan dinding tempat makanan selanjutnya bagian luar dari makanan, lalu panas akan merambat ke arah dalam makanan sehingga makanan tersebut matang.

Oven microwave memancarkan energi gelombang elektromagnetik

yang langsung menembus tempat makanan dan kemudian memanaskan makanan dari dalam yang berair ataupun berlemak sehingga tidak ada energi yang terbuang untuk memanaskan tempat makanan dan udara sekitar.

Dengan demikian, memasak menjadi lebih cepat dan hemat energi, dan nilai gizi lebih terjaga. 

Di Industri Farmasi penggunaan uap panas (steam) yang mahal energi, sangat tinggi sekali, terutama untuk proses Sterilisasi dan pembuatan Air Panas. Bagaimana jika digantikan dengan penggunaan MICROWAVE !!! 

Kurang signifikan rasanya bergantung pada orang – orang untuk mengurangi pemakaian

Sumber daya energi. Hadirkan selalu teknologi yang tanpa disadari telah melakukan suatu hal yang mempermudah, yang mengurangi terlalu banyak peran manusia, menghemat waktu, biaya, yaitu suatu hal untuk penghematan energi. 

Ternyata dunia begitu luas ya………..

kita bisa menemukan apa saja disini, kuncinya tinggal mencari dan menggunakan yang paling tepat.  

Beruang Kutub tidak akan ada lagi,……..

Dia bagian dari resiko pengembangan teknologi,……….

Mari kita jadikan dia sebagai Pahlawan Teknologi. 

SAID SYAHPUTRA ( mongtuh.com )