Ketika mengambil cuti hamil menjelang melahirkan – Renata memutuskan untuk mencoba bekerja dari rumah. Bukannya tidak ada pemeran pengganti bagi pekerjaannya di sebuah perusahaan makanan, tetapi Renata ingin menguji coba efektifitas bekerja dari rumah. Kebetulan pekerjaannya lebih banyak bersifat administratif. Menangani review-review dokumen produksi dan menyelenggarakan meeting dengan bagian produksi untuk membahas topik-topik tertentu yang terkait dengan GMP (Good Manufacturing Practice) atau permasalahan produksi.

Renata berhasil membuat kesepakatan dengan boss-nya untuk bekerja dari rumah. Tentu saja Renata tidak ingin full-time bekerja di rumah selama cuti 3 bulan itu, tetapi dia ingin menyisihkan waktu barang dua-tiga jam setiap hari untuk menyelesaikan review beberapa dokumen. Boss-nya setuju untuk mengijinkan pengiriman dokumen yang akan direview via email, atau bila dokumen dalam bentuk hardcopy akan dititipkan pada teman yang rumahnya dekat rumah Renata atau akan diambil oleh suami Renata.

Renata berharap dengan bekerja dari rumah, dirinya akan keep on touch dengan perubahan-perubahan di kantor dan pikirannya tidak melulu terpaku dengan kehidupan di balik dinding-dinding rumahnya. Dan yang paling penting dia ingin membuktikan bahwa bekerja dari rumah-pun bisa dilakukan oleh orang-orang dengan pekerjaan seperti dia. Siapa tahu pada akhirnya nanti perusahaan mengijinkan beberapa item pekerjaan diselesaikan di rumah – sehingga dirinya tidak perlu masuk kerja setiap hari.


^_^

Dua minggu setelah melahirkan Renata menghubungi boss-nya, menyatakan diri siap menerima dokumen yang harus direview. Sejak saat itu Renata menyisihkan waktu tiga jam sehari – di sela-sela kegiatan rutin mengurus bayi dan rumah — untuk menyelesaikan pekerjaan yang dikirim dari kantor via email. Seminggu kemudian mulai datang dokumen dalam bentuk hardcopy yang diantar oleh seorang temannya yang kebetulan jalan ke rumahnya melewati rumah Renata.

Erma, teman yang menggantikan Renata mengkoordinasi meeting dengan bagian produksi menyertakan Renata pada daftar orang yang dikirimi email resume meeting. Bukan hanya itu, Erma juga rajin mendiskusikan topik-topik meeting dengan Renata via email. Kadang-kadang untuk hal-hal yang sulit dijelaskan dengan email, Erma mendiskusikannya via telepon. Boss-nya pun mendukung pekerjaan Renata. Si Boss mengirim hasil koreksian dokumen via email atau bila berbentuk hardcopy diambil oleh suami Renata.

Tiga jam sehari yang disisihkan Renata ternyata tidak sia-sia. Beberapa pekerjaan review ternyata malahan lebih cepat dikerjakan di rumah daripada dikerjakan di kantor. Di rumah Renata bisa memilih waktu yang tidak banyak gangguan. Di kantor Renata sulit menghindari interupsi dari atasan, rekan-rekan satu bagian, dari bagian lain atau tamu dari luar yang membutuhkan dirinya.

Memang siy untuk dokumen-dokumen tertentu yang membutuhkan data yang belum tersedia secara online – lebih cepat bila dikerjakan di kantor. Demikian juga dokumen investigasi yang membutuhkan pengamatan langsung di lapangan belum bisa dikerjakan oleh Renata. Namun secara umum sebagian besar pekerjaan Renata dapat dikerjakan dari rumah.

Inisiatif kerja dari rumah oleh Renata juga sangat membantu Erma. Junior Renata tersebut belum berpengalaman dengan pekerjaan baru “limpahan” Renata. Dia sangat terbantu oleh aktifitas Renata dari rumah. Boss Renata juga sangat berterimakasih karena beban kerjanya diringankan oleh Renata. Juga atas beban untuk mengajari Erma yang telah diambil alih oleh Renata.

Manfaat terbesar tentu saja didapat oleh Renata. Walaupun kini dirinya berada di rumah, Renata tidak putus hubungan dengan iklim kerja di kantor. Pikirannya tetap fresh, siap kerja kembali dan keep in touch dengan pikiran sebagai seorang profesional di sebuah perusahaan manufaktur. Namun yang paling menyenangkan bagi Renata adalah dirinya berhasil membuktikan teorinya bahwa bekerja dari rumah dapat diterapkan untuk sebagian besar item-item pekerjaan Renata. Dengan bukti-bukti itu, ditambah kelak bukti dari teman lainnya — siapa tahu perusahaan akan tergerak untuk mengijinkan karyawan bekerja dari rumah barang satu-dua hari dalam sepekan (NL-24 Sept 08)